Oke, saya menulis hal ini tanpa niat menyindir atau menyinggung siapa pun. Saya hanya berpendapat bahwa setiap orang berhak untuk menulis apapun yang ada di benaknya. Jangan takut menulis atau dikritik orang. Setiap tulisan ada pembacanya sendiri...demikian yang sering kita dengar, termasuk di platform ini.
Menulis adalah proses belajar yang tak pernah henti, saya kira. Bila kita sudah cukup lama dalam menulis, mungkin sebaiknya jangan beranggapan bahwa kita "lebih jago" atau "lebih pintar" dari pada mereka yang baru menulis. Atau...ada anggapan "miring" lain bahwa penulis yang lebih tua usianya pasti tulisannya lebih bagus dari pada yang lebih muda usianya. No way, man. I absolutely disagree with that. Siapa sih kita? Dewa menulis? Bukan kan? Just keep on learning...not judging.
Bagi saya, dan mungkin juga banyak penulis lain, menulis adalah sebuah hobi atau sarana untuk mengekspresikan sesuatu. Dengan demikian, saya kira tak salah jika gaya menulis setiap orang sangat tipikal mencerminkan karakter penulisnya. Intinya, gak mungkinlah kita berharap semua tulisan bersifat "mendalam", sastrawi, atau hasil riset ilmiah / jurnalistik. Kita memiliki kebebasan individu untuk menampilkan gaya yang kita inginkan. Bila ada yang tak suka tulisan kita...ya lewati (skip) aja. Beres. Tak ada paksaan untuk membaca semua tulisan yang ada
Sekali lagi, blog ini tak bermaksud "menyerang" tulisan siapapun. Hanya refleksi pribadi dan juga pengingat bagi diri sendiri. Tulisan yang "sempurna" jelas tak akan pernah ada. Kritikus pun hanya manusia yang bisa subjektif juga. Marilah kita semua jadi pembelajar...dan tidak hanya menjadikan motto itu sekedar slogan semata. Lebih baik menulis dari pada tidak sama sekali. Minimal bisa untuk terapi diri.
Okay, that's all. Thanks for reading. Jangan ada yang baper ya. Aku mau dengerin musik metal dulu nih...haha. Kalau lagi jengah dengan sesuatu, aku emang suka gitu. Salam damai untuk kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar