Minggu, 31 Agustus 2025

Debut Podium ! Isack Hadjar Bersinar di GP Belanda 2025


Dutch Grand Prix atau GP Belanda yang telah diselenggarakan pada 31/8/2025 dapat dibilang adalah titik terbaik sepanjang perjalanan debut karir Isack Hadjar di Formula 1, karena di balapan inilah ia mendapat podium pertamanya. Penasaran bagaimana kisah selengkapnya? Mari simak penjelasan berikut!


Konsisten dari Awal hingga Akhir

Pembalap F1 asal Prancis, Isack Hadjar kembali membuktikan kemampuannya dengan mendapat hasil sangat memuaskan, bahkan bisa dibilang hasil terbaiknya selama debut di F1.  Ia berhasil meraih podium pertamanya dengan hasil akhir di posisi ketiga (P3) di balapan yang diselenggarakan di Zandvoort Circuit pada 29-31 Agustus 2025 ini. 


Awalnya, pada kualifikasi di hari Sabtu, 30/8/2025, ia sudah menunjukkan hasil yang sangat baik dengan meraih posisi ke 4 (P4) dan akan berada di row kedua di garis start saat race day pada 31/8/2025. Balapan dimulai dengan cukup beringas, dimana Lando Norris yang pada kualifikasi berada di posisi ketiga (P3) saat hari balapan terus mencoba menyalip Max Verstappen. Usahanya itu pun berhasil karena pada lap ke 9 ia berhasil menyalip Max Verstappen, membuat McLaren lagi-lagi berada di posisi 1-2. 


Momen tersebut mungkin akan menjadi perhatian banyak orang dan sudah seperti bisa diprediksi. Di saat tiga mobil di depannya saling salip-menyalip dan berebut posisi, Isack Hadjar tetap membalap dengan tenang dan konsisten. Sepanjang balapan, ia terus melaju dan mempertahankan posisinya di saat mobil-mobil lain di belakangnya saling bertabrakan, bersenggolan, dan salip-menyalip. 


Norris DNF, Hadjar Naik Posisi

Dutch Grand Prix atau GP Belanda yang telah diselenggarakan pada 31/8/2025 dapat dibilang adalah titik terbaik sepanjang perjalanan debut karir Isack Hadjar di Formula 1, karena di balapan inilah ia mendapat podium pertamanya. Penasaran bagaimana kisah selengkapnya? Mari simak penjelasan berikut!


Konsisten dari Awal hingga Akhir

Keberuntungan itu bernama DNF. Lando Norris yang terus mempertahankan posisinya di belakang Piastri yang memimpin balapan, harus menelan kekecewaan besar saat mobilnya tiba-tiba berasap dan mengeluarkan bau aneh di lap ke 66. Melansir situs Formula 1, kegagalan mesin yang terjadi di mobil Lando Norris memaksanya harus minggir karena mesinnya tidak bisa lagi dijalankan. Hal ini sontak membuat posisinya turun drastis dan ia dinyatakan DNF (Did Not Finish). 


Dengan posisi Lando Norris yang terjun bebas dan tidak bisa mengikuti balapan lagi justru menguntungkan mobil di belakangnya, yakni Max Verstappen dan Isack Hadjar. Max Verstappen langsung melaju menduduki posisi kedua (P2) dan Isack Hadjar di posisi ketiga (P3) di sisa balapan. Meski mengejutkan, hal ini dapat dibilang keberuntungan atau blessing in disguise karena Isack Hadjar hanya satu langkah menuju podium pertamanya. 


Dutch GP pada akhirnya tetap dimenangkan oleh McLaren meskipun hanya satu yang berada di podium, yakni Oscar Piastri. Sungguh pemandangan yang kurang biasa jika dilihat dari dominasi McLaren sepanjang musim 2025 ini. 


Terus Bangkit Walau Terpuruk

Meskipun tidak memenangkan balapan, Isack Hadjar tetap berakhir di podium. Sebuah kebanggaan yang besar dan pencapaian yang luar biasa mengingat musim ini adalah musim debutnya di Formula 1. Selain itu, jika Kawan Kompasiana ingat, Isack Hadjar ini sempat mengawali musim dengan buruk. Pasalnya, saat pertama kali debut balapan di Albert Park Australia, ia harus mundur dari balapan karena mengalami DNS (Did Not Start) di lap awal akibat mobilnya yang menabrak dinding pembatas. Tabrakan itu membuat mobilnya mengalami kerusakan yang berat sehingga ia tidak bisa melanjutkan balapan. Sungguh miris jika mengingatnya. 


Namun kejadian itu tidak membuatnya terpuruk. Ia terus membuktikan dirinya bahwa ia memang layak berada di Formula 1. Ia bahkan sering memberikan hasil yang lebih baik dari rekan setimnya, Liam Lawson.  Melansir dari situs Formula 1, Isack Hadjar sudah mengumpulkan 37 poin untuk timnya, Racing Bulls di saat Liam Lawson baru mengumpulkan 20 poin. 


Salah satu hasil terbaiknya selain Dutch Grand Prix adalah saat ia berakhir di posisi ke enam (P6) di Monaco Grand Prix pada 25/5/25 lalu. Hasil tersebut sudah sangatlah bagus untuk rookie driver di mobil yang bukan tercepat di grid. Mengingat pula bahwa Circuit de Monaco adalah sirkuit yang sempit dan sulit untuk dilakukan overtake membuat hasil yang diperoleh Isack Hadjar sangat mengesankan. 


Nah, itu tadi sedikit kisah tentang Isack Hadjar, driver rookie yang bersinar sekali di musim debutnya di F1. Meskipun mengawali musim dengan buruk, ia tidak berhenti berusaha dan terus memberikan hasil yang baik. Dari Isack Hadjar kita dapat belajar bahwa ketika kita terus berusaha meskipun tidak sempurna, semesta akan memainkan perannya di waktu yang tepat. Salam F1 Fans!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manfaat dan Khasiat Buah Jambur Biji Merah

Buah jambur biji merah   atau yang lebih dikenal dengan nama jambu biji merah (Psidium guajava)  merupakan salah satu buah tropis yang kaya...