Oke, kembali nulis yang ringan aja. Bukan gak peduli dengan aksi demo, tragedi wafatnya pengemudi ojol, kenaikan gaji anggota DPR, dsb. Biarlah blogger lain yang mewakili suara kita. Gak mungkin juga semua blogger menulis tema yang sama. Tidak ada variasi. Kita akan jenuh dan stres lagi...haha.
Saya termasuk generasi x. Silakan terka sendiri kisaran usia saya (hehe). Saya gak mau "sok tua" atau "sok anak muda". Biasa aja. Saya ingin menikmati perjalanan usia saya secara damai dan alami. Betul bahwa saya suka nge-gym, merawat tubuh, pola makan sehat, bermeditasi, gak merokok, no vaping, no miras, dsb. Saya kira, itu bukanlah sikap perfeksionis. Semua bisa dilakukan siapa saja. Masalahnya hanya pada pilihan pribadi.
Oke, apa benar sih bahwa yang "zadul" (zaman dulu) pasti lebih baik dan "mantul" (mantap betul) dari pada zaman now? Gak juga. Hanya beberapa. Saya tak bermaksud nostalgia dan membela gen x saya. Kita ambil contoh musik dan film. Banyak netizen, khususnya di barat, yang mengakui bahwa musik era 80/90-an memang spesial. Bahkan cukup banyak lagu atau film periode itu yang di-remake, reboot, atau dibuat sekuel-prekuelnya.
Generasi zaman now gak kreatif dong? Gak juga. Ada beberapa hasil remake atau sekuel yang lebih baik karena dukungan teknologi. Namun, tak sedikit produk budaya (pop) zadul yang tak tergantikan alias versi originalnya memang lebih baik. Contohnya film Predator (1987) yang dibintangi oleh mantan atlet binaraga dan gubernur Kalifornia itu. Yes, bila kita tonton film itu terasa masih relevan hingga kini. Teknik efek khususnya pun gak memalukan dan bahkan dijadikan referensi.
Bila kita bicara musik, khususnya metal (favorit saya...haha) maka era 80/90-an pun termasuk era kemunculan band-band baru yang mengusung beragam genre metal yang makin variatif. Heavy metal, yang sudah ada sejak awal 70-an, makin berkembang di era 80-an. Aliran thrash metal pun muncul di pertengahan 80-an. Aliran death metal muncul di awal 90-an, sementara nu metal muncul di pertengahan 90-an.
Gimana dengan era 2000-an hingga kini? Oke aja, menurut saya. Untuk film Predator misalnya, itu pun dibuat sekuel atau prekuel-nya beberapa kali. Ada beberapa yang menarik, selebihnya gak jelek, hanya biasa saja. Kalau musik metal? Terus berkembang. Aliran simfoni metal produk 2000-an termasuk yang saya sukai. Hanya saja, generasi now seleranya makin beragam. Saya misalnya, sulit mengerti apa enaknya musik k-pop yang hanya jingkrak-jingkrak itu...haha. Belum lagi kini ada musik produk AI yang membuat musik seolah kehilangan jiwanya. That's all, guys. No offensive. Just my personal opinion, okay? Have a nice day, everyone.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar