Manfaat ikan tuna di antaranya adalah menjaga kesehatan jantung, otak, mata, hingga mendukung diet dan pertumbuhan anak. Kandungan nutrisinya yang lengkap membuat tuna cocok dikonsumsi secara rutin, namun tetap harus waspada terhadap risiko tinggi kandungan merkuri yang berbahaya untuk kesehatan tubuh.
💪 Manfaat Ikan Tuna untuk Kesehatan
1. Menjaga kesehatan jantung
- Kandungan asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) membantu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL).
- Dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
2. Meningkatkan fungsi otak
- Omega-3 juga berperan dalam menjaga fungsi kognitif, memori, dan suasana hati.
- Bermanfaat untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan dan mencegah penurunan fungsi otak pada lansia.
3. Membantu pembentukan otot
- Kandungan protein tinggi membantu regenerasi jaringan dan pertumbuhan otot.
- Cocok untuk diet tinggi protein atau bagi yang aktif berolahraga.
4. Menjaga sistem imun
- Vitamin B kompleks, D, dan selenium berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.
5. Menyehatkan tulang
- Vitamin D, fosfor, dan magnesium berkontribusi terhadap kekuatan tulang dan pencegahan osteoporosis.
6. Mendukung penurunan berat badan
- Rendah kalori dan lemak, tapi tinggi protein → membuat kenyang lebih lama dan membantu metabolisme.
⚠️ . Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Kandungan merkuri (Hg)
- Tuna (terutama jenis besar seperti bluefin dan albacore) dapat mengandung merkuri dalam jumlah tinggi.
- Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan saraf, terutama pada:
Ibu hamil dan menyusui
Bayi dan anak-anak
👉 Anjuran konsumsi aman :
- Dewasa: maksimal 2–3 porsi (170–340 g) per minggu.
- Ibu hamil/menyusui: pilih tuna kaleng light tuna atau skipjack (merkuri lebih rendah).
2. Alergi makanan laut
- Sebagian orang bisa mengalami reaksi alergi seperti gatal, ruam, atau pembengkakan setelah mengonsumsi ikan tuna.
3. Histamin (keracunan scombroid)
- Jika tuna tidak disimpan dengan benar, bakteri dapat menghasilkan histamin → menyebabkan mual, muntah, dan sakit kepala.
4. Natrium tinggi (pada tuna kaleng)
Tuna kaleng yang diawetkan dengan garam bisa mengandung natrium tinggi → tidak baik bagi penderita hipertensi.
✅ Tips Konsumsi Aman
- Pilih tuna segar atau tuna kaleng rendah garam.
- Masak hingga matang untuk menghindari infeksi bakteri.
- Simpan di suhu dingin jika tidak langsung diolah.
- Variasikan sumber protein laut agar tidak hanya dari tuna (misalnya salmon, sarden, atau kembung).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar