Manchester City bakal menjalani partai penting saat melakoni laga tandang ke kandang Real Madrid dalam leg kedua play off Liga Champions 2024/2025 hari Kamis, 20 Februari 2025. Laga ini menjadi laga berat bagi The Citizens dimana mereka wajib menang dengan margin dua gol.
Kekalahan dramatis 2-3 pada leg pertama pekan lalu membuat langkah City terasa berat saat menjalani laga kedua ini. Karena itu, kelolosan City ke babak 16 besar pada musim ini serasa sebagai sebuah mission impossible.
Ya, City terlihat seolah hanya akan menjemput kekalahan saat melakoni laga tandang ini. Sejumlah fakta, baik catatan statistik maupun situasi tim terkini terlihat lebih memihak Madrid.
1. Real Madrid tampil dominan saat bermain di kandang.
Real Madrid tampil cukup percaya diri dalam melakoni laga kandang Liga Champions. Dalam empat pertandingan di League Phase sebelumnya, Madrid hanya mencatatkan satu kekalahan saat menghadapi AC Milan. Sementara tiga laga lainnya menghadapi Salzburg, Borussia Dortmund dan Vfb Stutgart, semuanya dimenangkan Madrid.
Sementara untuk catatan statistik pertemuan Madrid menghadapi Manchester City yang dimainkan di kandang Madrid, sejauh ini memperlihatkan kalau City lebih banyak pulang dengan kekalahan. Yakni tiga kali kalah, dua kali imbang dan hanya satu kali pernah menang. Satu-satunya kemenangan City si kandang Madrid terjadi pada tahun 2020 lalu dimana Madrid kalah dengan skor 1-2.
Kedua tim tercatat telah bertemu 13 kali di ajang Liga Champions. Dan sejauh ini catatan kedua tim cukup berimbang.
Baik Madrid maupun City masing-masing mencatat empat kemenangan dan lima kali berakhir dengan hasil imbang.
2. Real Madrid hanya dua kali gagal lolos di fase gugur setelah memenangkan leg pertama di kandang lawan dari 39 laga yang dilakoninya.
3. Manchester City tercatat empat kali tersingkir saat kalah dalam leg pertama di kandang sendiri. Dan pada tahun 2025 ini mereka terancam akan menambah kekalahan tersebut menjadi lima kali.
4. Rekor pertemuan Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola yang mengunggulkan Ancelotti.
Ancelotti dan Guardiola telah bertanding 13 kali.
Pertemuan pertama terjadi pada tahun 2014 lalu saat Ancelotti menangani Madrid dan Guardiola membesut Bayern Munchen. Dalam dua kali pertemuan, Ancelotti memenangkan keduanya.
Secara keseluruhan, Guardiola masih lebih unggul dengan mencatatkan 6 kemenangan dan Ancelotti hanya menang lima kali. Namun dalam kapasitas Ancelotti sebagai manajer Madrid dan Guardiola sebagai manajer Manchester City, Ancelotti lebih unggul dengan tiga kemenangan, dua hasil seri dan dua kemenangan untuk Guardiola.
4. Catatan negatif City dalam laga tandang Liga Champions musim ini.
Manchester City mencatatkan performa kurang meyakinkan dalam laga tandang musim ini. Erling Haaland dan kawan-kawan tercatat menuai tiga kekalahan kontra Juventus, PSG dan Sporting Lisbon dan hanya mendapatkan satu kemenangan saat melawan Slovan Bratislava.
5. Inkonsistensi City dan permainan yang makin padu dari barisan depan Madrid.
Salah satu masalah krusial City saat ini adalah persoalan inkonsistensi yang membuat jebloknya performa mereka, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Disisi lain performa barisan depan Madrid terlihat makin padu yang ditandai dengan para pemain yang menjadi pengisi lini serang Madrid seperti Kylian Mbappe, Vinicius Jr, Rodrygo, Jude Bellingham, dan Brahim Diaz secara bergantian menghasilkan gol buat Madrid. Termasuk gol- gol yang tercipta ke gawang City pada leg pertama lalu.
Melhat kepada fakta-fakta diatas, maka cukup sulit bagi City untuk mengalahkan Madrid di kandang mereka. Apalagi untuk mencetak kemenangan dengan margin dua gol. Hal yang selama ini belum pernah mereka dapatkan.
Musim ini menjadi musim yang berat bagi Manchester City. Termasuk dalam keikutsertaan mereka di Liga Champions. Jangankan untuk bisa bersaing dengan tim-tim besar lainnya. City kini terancam tak lolos ke 16 besar, pencapaian terendah yang mereka catatkan sejak tahun 2012 lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar