Mini 4WD atau mobil mainan Tamiya sudah tidak asing lagi untuk anak-anak yang tumbuh dewasa di era 90-an hingga awal 2000-an.
Kepopuleran Tamiya semakin meningkat berkat anime seperti Let's & Go yang menjadi tonton favorit anak-anak kala itu
Namun siapa sangka, Tamiya yang dikenal sebagai mainan anak-anak itu ternyata awalnya merupakan sebuah bisnis penggergaji kayu.
Sejarah Tamiya dimulai di daerah Shizuoka sejak tahun 1946 atau tepat satu tahun setelah Jepang mengakui kekalahannya di Perang Dunia II.
Saat itu kota Shizouka masih luluh lantah akibat terkena serangan bom udara pasukan militer Amerika Serikat.
Dimana serangan tersebut mengakibatkan kurang lebih 2.000 korban jiwa, 12 ribu orang terluka dan 26.891 bangunan hancur, termasuk pabrik suku cadang milik Yoshio Tamiya.
Setelah pabrik suku cadangnya hancur lebur, pria yang saat itu berusia 41 tahun memiliki rencana untuk membuka bisnis baru di dunia perkayuan.
Saat itu Yoshio Tamiya akhirnya memutuskan untuk membuka perusahaan baru bernama Tamiya Shoji & Co yang bergerak di bidang penggergajian dan juga pemasok kayu.
Namun saat menjalankan bisnisnya, Yoshio melihat sebuah peluang menjajikan di bidang miniatur kayu yang akhirnya membuatnya mendirikan divisi baru di bidang pembuatan miniatur kayu pada tahun 1948.
Namun sayangnya pada tahun 1951, pabrik penggergaji kayu miliknya terbakar karena korsleting listrik, dimana setelah kejadian itu Yoshio memutuskan untuk menutup divisi penggergajian dan pemasok kayu pada tahun 1953.
Pada saat itu lah Tamiya Shoji & Co ini resmi menjadi perusahaan yang bergerak di bidang miniatur kayu (wooden models).
Dimana produk awal miniatur kayu dari Tamiya Shoji & Co ini adalah miniatur tank dan juga kapal laut yang ternyata pada awalnya dibuat hanya untuk keperluan edukasi saja.
Pada tahun 1955, Tamiya Shoji & Co membuat sebuah terobosan baru dengan menciptakan miniatur tank yang dilengkapi dengan motor atau mesin yang membuatnya dapat bergerak seperti tank asli.
Namun sayangnya disaat Tamiya mulai populer, mainan miniatur kayu mulai ditinggalkan karena saat itu mainan impor berbahan plastik populer di Jepang.
Dimana hal tersebut yang memicu Yoshio untuk membuat mainan minatur dari bahan plastik seperti mainan minatur impor yang sudah mulai membanjiri Jepang.
Akhirnya pada tahun 1960, Tamiya pun merilis produk mainan miniatur berbahan plastik pertamanya, yaitu miniatur kapal perang Yamato Battleship.
Barulah pada tahun 1965, Tamiya mulai berkenalan dengan dunia mainan mobil balap dengan merilis mobil mainan yang terinsipirasi dari mobil balap Jaguar D-Type yang pernah digunakan di ajang balap Le Mans 1957.
Pada tahun 1982, akhirnya Tamiya merilis mini 4WD yang nantinya semakin membawa perusahaan asal Jepang tersebut menjadi lebih populer.
Awalnya mini 4WD Tamiya tidak dibuat untuk adu kecepatan di lintasan seperti dalam anime Let's & Go melainkan hanya dibuat agar menyerupai aslinya.
Dimana produk mini 4WD pertama dari Tamiya saat itu adalah Ford Ranger Pickup dan juga Chevrolet Pickup yang dirilis bersamaan pada Juli 1982.
Akhirnya pada tahun 1986, Tamiya merilis seri mini 4WD Racer yang berisi dua mobil yaitu Hotshot dan The Hornet yang merupakan adaptasi dari seri RC Tamiya.
Kemudian satu tahun berselang tepatnya pada tahun 1987, Tamiya bekerja sama dengan seorang Mangaka bernama Zaourus Tokuda untuk membuat manga berjudul Dash! Yonkuro.
Setelah Dash! Yonkuro yang diadaptasi ke anime pada tahun 1989 meledak, mini 4WD buatan Tamiya edisi Dash! Yonkuro laku keras di pasaran.
Di pertengahan era 90-an, hype mini 4WD semakin menggila setelah Tamiya merilis manga barunya pada tahun 1994 yang berjudul Bakusou Kyoudai! Let's & Go!.
Kemudian pada tahun 1996, manga tersebut pun diadaptasi menjadi anime di TV yang pada akhirnya menjadi tayangan favorit anak-anak di era 90-an dan awal 2000-an.
Berkat anime itu juga lah mini 4WD dari Tamiya masih digandrungi oleh banyak orang hingga saat ini, termasuk di Indonesia.
Di Indonesia sendiri, saat ini masih cukup banyak yang menyelenggarakan acara kompetisi balap Tamiya mini 4WD.***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar