Minggu, 27 Juli 2025

Bagaimana Jika Kucing Terhisap Langit?


Rumahku terasa melompong. Ini aneh, rumahku terlalu kosong. Ke mana kucingku, Pang dan Pong? Lalu aku melihat kejadian yang membuatku melongo. Kucing tetangga bernama Domblong nampak melayang di udara, wajahnya nampak konyol. Tubuhnya terus naik hingga kemudian lenyap di balik awan, meninggalkan aku yang masih melongo.


Apakah aku bermimpi?

Mungkin aku terjebak di dunia ilusi.

Tapi ini nyata aku mencubit diri.

Apalagi aku kemudian melihat satu-persatu kucing seperti terhisap oleh langit.


Aku merasa lemas mendadak. Bagaimana aku bisa menyelamatkan Pong dan Pang? Aku akan kehilangan mereka. Mengapa pada saat ini tak ada Superman? Aku merasa putus asa.


etangga seberang rumah muncul di jalan, aku memanggilnya. Aku bercerita tentang peristiwa yang kulihat. Ia hanya menganga dan kemudian tertawa terbahak-bahak. Cuaca yang panas bisa membuat kita mudah berkhayal, hanya itu tanggapannya.


Tak ada yang percaya dengan ceritaku yang memang luar biasa. Aku sudah menyebarkan ceritaku ke berbagai grup percakapan. Rata-rata hanya memberi tanggapan emoji melongo atau tertawa terbahak-bahak. Ah.


Mengapa tak sekalian kucuitkan di platform yang disebut segala macam ada. Kubuat status di sana. "Aku melihat kucing berterbangan, terhisap oleh langit dan menghilang di balik awan."


Sepanjang hari aku tak fokus bekerja. Aku memikirkan Pong dan Pang juga kawan-kawannya yang sering diajak ke rumah. Tanpa mereka, rumah begitu lengangnya.


Ketika aku membuka hapeku ada beberapa pesan yang menanggapi pesanku. Ada yang percaya karena kucingnya juga lenyap. Tak sedikit yang menganggap aku berbicara tak masuk akal.


Sebuah pesan di kotak masuk membuatku penasaran. Namanya Lana yang mengaku dari  bangsa Pleiadian. Ia hanya berkomentar singkat. "Tenang, kucing-kucing akan kembali. Saat ini bangsa langit hanya ingin bermain bersama mereka sejenak. Paling lambat matahari terbenam mereka akan dipulangkan."


Hei? Jadi apa yang kulihat itu nyata. Bangsa langit menculik mereka karena ingin bermain dengan kucing? Ooh itu?memang masuk akal. Sekian lama hanya bangsa daratan yang bisa memahami betapa lucu dan nakalnya para feline ini, mereka pasti iri.


Menjelang matahari terbenam aku bersiap. Aku sudah cemas sekali akan nasib Pong dan Pang.


Lalu aku melihat sesuatu. Dari langit ada banyak titik. Langit penuh titik berwarna-warni. 


Aku mengeluarkan teropong dan tangan satunya mengeluarkan kamera. Lama-lama titik itu berubah jadi sesuatu dengan ekor, mata, kumis, dan badan. Itu para kucing. Mereka mungkin ada ribuan, asyik melayang-layang di udara.


Kini makin banyak orang di jalanan terpana menyaksikan fenomena ini. Kucing-kucing itu nampak seperti para makhluk surgawi.


Jalanan pun sepi dari lalu lalang kendaraan. Semua ke luar kendaraan dan ke luar rumah, terpesona oleh fenomena yang tak lazim ini.


Ketika semua kucing sudah menapak bumi, para manusia dan kucing kompak bersorak dan mengeong. Aku merasa lega dan terharu berkumpul lagi dengan Pang dan Pong.


Statusku kemudian jadi viral. Foto dan videoku yang merekam kucing melayang ditonton sejuta kalinya.


Aku gelisah dan bertanya-tanya. Apa suatu saat bangsa langit akan meminjam kelucuan mereka?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manfaat dan Khasiat Buah Jambur Biji Merah

Buah jambur biji merah   atau yang lebih dikenal dengan nama jambu biji merah (Psidium guajava)  merupakan salah satu buah tropis yang kaya...