Judul: Slam Dunk
Penulis & Ilustrator: Takehiko Inoue
Penerbit: Shueisha
Studio: Toei Animation
Sutradara: Nobutaka Nishizawa
Tayang di Indonesia: iQIYI, Vidio, Netflix, dan Crunchyroll
Tahun Rilis Manga: 1990 – 1996
Tahun Rilis Anime: 1993 – 1996
Genre : Olahraga (Basket), Komedi, Drama
Diikuti lewat : Anime dan Manga
Rating: 8/10
Manga Slam Dunk berkisah tentang Hanamichi Sakuragi, seorang remaja berandalan yang sering ditolak cinta oleh para cewek. Demi menarik perhatian gadis bernama Haruko, ia bergabung dengan klub basket saat menginjak bangku SMA. Seiring waktu, ia mulai menyukai olahraga tersebut dan berjuang bersama rekan-rekannya untuk memenangkan pertandingan demi pertandingan.
Waktu masih kuliah, saya menonton anime dari Slam Dunk ini, tetapi memori saya benar-benar hilang. Apakah saya telah selesai dalam menonton atau belum, masih menjadi pertanyaan di kepala saya, sehingga endingnya pun saya tidak tau. Kemudian, baru-baru ini saya putuskan untuk refresh serial legend ini melalui manga.
Kesan pertama yang tak terlupakan dari manga ini adalah unsur komedinya yang kocak parah. Sang tokoh utama, Hanamichi Sakuragi adalah pusat kelucuannya. Mulai dari ekspresinya yang berubah-ubah, ketika sedang berhadapan dengan Haruko menjadi sangat sopan, tetapi dengan teman-teman gengnya ataupun teman, senior, dan lawan basketnya menjadi sangat brutal. Perkataannya yang sering memanggil orang lain dengan nama julukan juga tak kalah lucu. Adegan-adegan itu membuat cair suasana di tengah ketegangan pertandingan.
Beragam momen tersaji, tapi ada momen yang paling aku suka dan termasuk krusial dalam jalannya cerita. Yaitu saat bergabungnya Miyagi dan Mitsui ke tim. Saat itu terjadi dulu gelud antara mereka dan hadirlah Hanamichi dan kawan gengnya. Di sini menegaskan kembali bahwa Hanamichi adalah seorang ketua geng yang kuat dan gelud antar geng inilah yang aku suka. Momen lain yang ikonik adalah saat tim Shohoku akhirnya berhasil lolos ke Inter-High. Saat pertandingan terakhir babak penyisihan, laga sudah memasuki detik-detik akhir, tapi melalui dunk terakhir Hanamichi, Shohoku berhasil membuat Ryonan bertekuk lutut. Adegan ini merepresentasikan judul serial ini, Slam Dunk.
Sebagai penggemar manga olahraga, saya menyadari pola umum yang kerap muncul yaitu pace pertandingan yang lambat dengan flashback-flashbacknya yang mengiringi. Slam Dunk pun juga menggunakan formula ini. Namun, ada perbedaan dari kebanyakan serial lainnya yang seperti Captain Tsubasa, Eyeshield 21, Diamond no Ace, Kuroko no Basket, Fantasista, Haikyuu. Pada serial tersebut seingat saya kerap menghadirkan cerita yang selalu menang di tiap pertandingan sehingga tujuan mereka tercapai. Berbeda dengan Slam Dunk yang mengakhiri cerita tanpa gelar juara karena kalah di turnamen nasional.
Di akhir cerita, Rukawa digambarkan sedang melakukan pelatihan untuk membela timnas Jepang. Kalo dapat memilih saya akan membuat timnas tersebut dengan komposisi Rukawa, Sendou, Masashi, Maki, dan Hanamichi. Jika versi kamu susunan pemainnya seperti apa? Jika bingung, mari nostalgia melihat karakter-karakter Slam Dunk sekaligus bermain kuis dengan kunjungi link di sini untuk bermain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar