Gulai dan curry memang terlihat mirip keduanya adalah hidangan berkuah dengan rempah yang kaya. Namun, meskipun sama-sama lezat, keduanya memiliki perbedaan mencolok, terutama dari segi bahan, rasa, dan asal-usul budaya. Berikut 5 perbedaan gulai dan curry yang menjadi ciri khas pembeda:
Gulai : Merupakan masakan khas Indonesia, terutama dari Sumatra dan daerah Minangkabau. Gulai sering dianggap sebagai bagian dari kuliner Melayu dan Nusantara.
Curry : Asal-usulnya dari India dan telah menyebar ke berbagai negara seperti Thailand, Jepang, dan Inggris, dengan adaptasi masing-masing.
2. Penggunaan Rempah dan Bumbu
Gulai : Menggunakan rempah-rempah lokal seperti lengkuas, serai, kunyit, jahe, cabai, bawang merah, bawang putih, dan daun jeruk. Warnanya cenderung kuning pekat karena kunyit.
Curry : Umumnya menggunakan campuran rempah-rempah kering yang dikenal sebagai curry powder, termasuk ketumbar, jintan, kayu manis, kapulaga, cengkeh, dan lainnya.
Gulai : Rasanya cenderung lebih gurih dan pedas, dengan aroma khas rempah segar dan santan yang kental.
Curry : Rasa curry bervariasi tergantung daerah, bisa manis, pedas, atau asam. Aroma curry India, misalnya, lebih menyengat karena penggunaan rempah kering dan ghee (mentega India).
Gulai : Sering menggunakan bahan lokal seperti ayam, daging sapi, kambing, ikan, jeroan, hingga sayuran seperti daun singkong dan nangka muda.
Curry : Di India, bahan utama bisa sangat beragam, termasuk lentil, paneer (keju India), seafood, dan bahkan buah. Di Jepang, curry identik dengan daging sapi dan kentang.
Gulai : Kuahnya biasanya lebih kental, berwarna kuning kemerahan karena santan dan cabai.
Curry : Tergantung versi negara, bisa kental atau cair. Curry Thailand, misalnya, lebih encer dan menggunakan santan; sementara curry Jepang lebih kental seperti saus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar