Kemenangan atas Crystal Palace (1-0) dalam pekan ke-9 lanjutan Liga Inggris musim 2025/26 memperpanjang tren positif Arsenal. Arsenal mantap berada di posisi puncak klasemen sementara Liga Inggris musim ini dengan koleksi 22 poin. Beda 4 poin dengan Bournemouth yang berada di posisi ke-2.
Arsenal terbilang tim mapan yang tampil konsisten di Liga Inggris pada musim ini. Itu bisa menjadi momentum tepat bagi Arsenal untuk mengakhiri penantian 21 tahun tak menjadi menjadi kampiun Liga Inggris.
Beberapa Alasan Arsenal berada pada momentum yang tepat untuk menjadi juara Liga Inggris. Pada tempat pertama, tim-tim mapan seperti Manchester City, Chelsea dan Liverpool masih tampil tak stabil. Pada akhir pekan lalu, tiga tim mapan tersebut sama-sama menderita kekalahan di Liga Inggris.
Untuk itu, di tengah ketidakstabilan tim-tim itu, Arsenal perlu selalu meraih poin penuh dari setiap laga sebagaimana yang terjadi kontra Crystal. Oleh sebab itu, kemenangan kontra Crystal menjadi salah satu momentum tepat lantaran itu terjadi kontra tim yang cukup merepotkan tim-tim besar dalam dua musim terakhir.
Kendati Arsenal menang dengan gol tipis 1-0, kemenangan itu sangat signifikan dalam mempertahankan posisi di posisi puncak klasemen sementara. Pun raihan 3 poin terjadi sewaktu tim-tim pesaing menderita kekalahan.
Kedua, Arsenal perlu menjaga salah satu senjata andalannya dalam memanfaatkan bola-bola mati. Gol tunggal ke gawang Crystal Palace hanyalah salah satu contoh di mana Arsenal dikenal sebagai tim yang spesialis memanfaatkan bola-bola mati.
Langkah itu menjadi salah satu solusi Arsenal untuk bisa mencetak gol kontra tim-tim yang memilih untuk bermain bertahan. Dengan itu, Arsenal tak hanya bisa mencetak gol baik lewat pola serangan terbuka tetapi juga dengan memanfaatkan bola-bola mati.
Ketiga, Arsenal terbilang sebagai tim tersolid di Liga Inggris pada musim ini. Arsenal kembali mencatatakan status tak kebobolan saat kontra Crystal Palace.
Dari 9 laga yang telah dimainkan di Liga Inggris, Arsenal menjadi tim yang hanya menderita ancaman tembakan tersedikit yang mana 72 kali dan hanya 19 yang tepat sasar. Dari upaya-upaya lawan-lawan itu, Arsenal hanya kebobolan 3 gol.
Lalu, dari 9 laga tersebut Arsenal berhasil mencatatkan 6 laga tanpa kebobolan. Dengan ini, Arsenal tak hanya lihai dalam memanfaatkan peluang untuk mencetak gol, tetapi juga solid dalam menghalau upaya lawan untuk mencetak gol.
Terang saja, seturut laporan Opta Analyst (27 Oktober 2025), Opta Supercomputer pun memprediksi Arsenal sebagai tim terdepan untuk menjadi kampiun Liga Inggris pada musim ini.
Setelah pekan ke-9 di mana Arsenal berhasil meraih kemenangan kontra Crystal, sementara itu Man City dan Liverpool menderita kekalahan, Opta Supercomputer memprediksi 67,3 persen bagi Arsenal untuk menjadi juara pada musim ini.
Untuk saat ini, Arsenal berada pada momentum yang tepat untuk mengakhiri paceklik menjadi juara Liga Inggris. Momentum yang tepat itu ditopangi oleh sistem permainan tim yang makin solid, baik itu dalam menghalau serangan lawan mencetak gol, maupun kejelian memanfaatkan peluang untuk mendapatkan poin penuh.
Akan tetapi, tim asuhan Pelatih Mikel Arteta itu tetap perlu berwaspada. Kewaspadaan Arsenal itu bertolak dari pengalaman yang telah terjadi pada musim-musim sebelumnya.
Pada tiga musim terakhir, tim berjuluk "Meriam Merah" itu selalu mengakhiri kompetesi Liga Inggris pada posisi runner up. Kondisi pada musim ini sebenarnya sudah terjadi pada musim-musim sebelumnya.
Namun, gegara sindrom ketidakkonsisten ketika memasuki paru kedua musim kompetesi, Arsenal perlahan-lahan turun dari puncak klasemen sementara Liga Inggris.
Untuk itu, Arsenal perlu belajar dari musim-musim sebelumnya. Jangan sampai keunggulan yang sementara dipegang sejauh ini kembali ternoda oleh performa yang tak konsisten.
Walau demikian, di balik posisi Arsenal musim ini, kondisi skuad Arsenal terbilang lebih siap dari musim-musim sebelumnya. Dalam hal ini, Arsenal mempunyai kedalaman skuad yang mumpuni daripada musim sebelumnya.
Ya, salah satu sebab dari sindrom ketidakstabilan Arsenal pada musim-musim sebelumnya adalah faktor cedera para pemain penting. Ketika ada pemain yang penting yang absen, performa tim ikut terganggu.
Lebih jauh, kedalaman skuad Arsenal itu dibarengi dengan kontribusi dalam menjadi faktor pembeda di setiap laga, di mana tak hanya bergantung pada satu atau dua pemain saja, tetapi beberapa pemain dalam skuad Arsenal bisa berkontribusi dalam mencetak gol.
Edisi terakhir yang berhasil menjadi faktor kemenangan Arsenal kontra Crystal Palace adalah E. Eze. Lalu, para pemain baru seperti Vicktor Gyokeres dan Martin Zubimendi juga sudah berkontribusi dalam permainan Arsenal pada musim ini.
Dengan ini, Arsenal tak hanya bergantung pada satu atau dua pemain. Buyako Saka dan Martin Odegaard yang kerap diandalkan sudah mempunyai pendukung yang sepadan. Akibatnya kendati kedua pemain tersebut tak tampil pada level terbaik, Arsenal masih bisa meraik poin.
Arsenal berada pada momentum yang tepat untuk menjadi juara Liga Inggris musim ini. Momentum itu terjadi lantaran konsistensi yang tercipta karena kedalaman skuad yang dimiliki, dan juga ketidakstabilan tim-tim saingan seperti Man City, Liverpool, dan Chelsea sejauh ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar